- Kasus yang termasuk ke dalam kelompok bayi baru lahir dengan komplikasi sakit berat, yaitu:
- Penyakit sangat berat
- Infeksi berat / Sepsis
- Kejang
- Gangguan Nafas Berat
- Hipotermia Berat
- Bayi Kuning
- Ikterus Patologis
- Ikterus Patologis
- Asfiksia atau Asfiksia tidak teratasi
- BB lahir < 2000 g ATAU BB lahir < 2500 g dengan komplikasi
- Bayi baru lahir dengan kelainan kongenital
- Diare / Dehidrasi
- Dehidrasi Berat
- Dehidrasi Berat
- Penyakit sangat berat
- Kasus yang termasuk ke dalam kelompok bayi baru lahir dengan komplikasi sakit sedang, yaitu:
- Hipotermia Ringan
- Berat badan tidak naik, masalah menetek
- BBLR dengan BB lahir > 2000 gram tanpa komplikasi
- Kasus yang termasuk ke dalam kelompok bayi baru lahir dengan komplikasi sakit ringan, yaitu:
- Infeksi bakteri lokal
- Ompalitis Ringan
- Konjungtivitis Ringan
- Infeksi Kulit Ringan
Senin, 19 Oktober 2020
RUJUKAN DAN TRANSPORTASI BAYI BARU LAHIR
Rabu, 14 Oktober 2020
PANDANGAN ISLAM DAN AL-QURAAN TENTANG PERILAKU HIDUP SEHAT
Selasa, 22 September 2020
MACAM PEMBERIAN OBAT
MACAM PEMBERIAN OBAT
PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE
PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE
Pemeriksaan Fisik adalah pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan kepada klien dari ujung rambut sampai ujung kaki guna mengetahui kesehatan klien apakah dalam keadaan baik atau ada masalah.
APA SAJA YANG DILAKUKAN PADA SAAT PEMERIKSAAN FISIK :
1. ANAMNESE, Yaitu tanya jawab seputar keluhan klien, dan riwayat-riwayat penyakit klien, kebiasaaan/gaya hidup klien
2. Pemeriksaan Tanda-tanda vital
3. Pemeriksaan Fisik
4. Pemeriksaan Tambahan
Pada dasarnya pemeriksaan fisik akan meliputi:
Inspeksi: melihat adakah kelainan pada organ tubuh yang hendak diperiksa.
Palpasi: menyentuh dengan teknik tertentu untuk memeriksa adakah benjolan, tulang yang patah, atau kelainan lainnya.
Perkusi: tubuh akan mengeluarkan suara tertentu walaupun dalam kondisi normal, misalnya pada paru akan terdengar sonor karena berisi udara, dan pada lambung akan terdengar timpani karena berisi gas. Tujuan pemeriksaan ini adalah mendeteksi adakah cairan atau massa pada tubuh seseorang, contohnya jika paru-paru ketika diketuk malah terdengar redup, maka kemungkinan adanya massa pada organ tersebut.
Auskultasi: pada pemeriksaan ini dibutuhkan stetoskop untuk mendengarkan adakah kelainan pada organ, seperti pada pemeriksaan jantung, paru-paru, dan lambung.
Silahkan download powerpoint dan pelajari https://drive.google.com/file/d/14bkTOAf9wRtK0jQjtimBaG4rrJyPqYQK/view?usp=sharing
Senin, 21 September 2020
PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL
PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL
1. Pemeriksaan Tekanan Darah

2. Pemeriksaan Suhu Badan
Untuk Penjelasan Lebih Lengkap silahkah download powerpoint dan pelajari pada link berikut https://drive.google.com/file/d/1W1oHfsqCtIT73UHWCqbtiBZU0Y4uX3Ia/view?usp=sharing
Selasa, 15 September 2020
IMUNISASI LANJUTAN DAN JENIS IMUNISASI LAINNYA YANG PENTING UNTUK ANAK
IMUNISASI LANJUTAN DAN JENIS IMUNISASI LAINNYA YANG PENTING UNTUK ANAK
Vaksin atau imunisai adalah cara pencegahan penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan dengan cara membentuk kekebalan atau imunitas tubuh terhadap ancaman penyakit tertentu. Selain imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi usia 0 - 12 bulan, terdapat imunisasi lanjutan dan jenis imunisasi lainnya yang bisa diberikan kepada balita.
Apa saja yang termasuk kedalam jenis imunisasi lanjutan?
Usia 18-24 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak/MR
Usia 6—7 tahun: 1 dosis campak dan DT
Usia 7—11 tahun: 1 dosis Td
Apa sih imunisasi ulangan (booster) dan kegunaannya buat apa?
Imunisasi bertujuan memberikan antibodi bagi anak. Setelah imunisasi, antibodi anak akan meningkat. Tetapi suatu saat antibodi tersebut akan turun lagi, sehingga harus diberikan imunisasi ulangan (booster). Tujuannya agar antibodi akan meningkat kembali sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.
Gimana jika saya terlambat melakukan imunisasi lanjutan atau bahkan tidak mengulang? Apakah vaksin sebelumnya menjadi sia-sia terhadap anak saya?
Imunisasi sebaiknya tetap diberikan sekalipun tidak sesuai jadwal pemberian karena artinya bayi atau anak tersebut belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut. Tetapi, jika umurnya sudah terlewat jauh beberapa tahun, untuk beberapa penyakit tertentu mungkin menjadi kurang penting, karena kemungkinan tertular semakin kecil. Untuk itu perlu konsultasi dengan dokter untuk mengejar imunisasi yang terlewat.
Apakah dengan imunisasi lengkap (termasuk booster) anak bisa dipastikan tidak terkena virus?
Bayi atau anak yang telah diimunisasi masih dapat tertular penyakit, namun dampaknya akan jauh lebih ringan dibanding terkena penyakit secara alami tanpa imunisasi.
Kalau untuk Imunisasi tambahan apa saja?
- 2 bulan : PCV 1 (untuk mencegah meningitis, pneumonia, sepsis)
- 4 bulan : PCV 2
- 6 bulan : PCV 3 + Influenza 1
- 7 bulan : Influenza 2
- 12-15 bulan : PCV 4
Selain imunisasi yang termasuk dalam program imunisasi nasional dari Kementrian Kesehatan, ada pula sederet vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yaitu: PCV, rotavirus, influenza, tifus, hepatitis A, varisela, HPV, Japanese encephalitis, dan dengue.penjelasan mengenai macam jenis imunisasi tambahan dan imunisasi lainnya bisa di download dipelajari pada link berikut https://drive.google.com/file/d/15UJ7hg20TRoB3544ullimKMsj14s8FQe/view?usp=sharing
Minggu, 13 September 2020
IMUNISASI DASAR PADA BAYI
IMUNISASI DASAR PADA BAYI
Imunisasi dasar yang wajib diberikan kepada bayi usia 0-12 bulan menurut anjuran pemerintah terdiri dari beberapa jenis imunisasi, diantara nya :
1. BCG mencegah penyakit TBC
2. DPT mencegah penyakit dipteri, batuk rejan, tetanus
3. POLIO mencegah penyakit polio
4. HEPATITIS B mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning)
5. CAMPAK mencegah penyakit penyakit campak
6. HiB mencegah penyakit radang selaput otak (meningitis), pneumonia, radang selaput pendengaran atau telinga
power point dapat di download pada link berikut https://drive.google.com/file/d/1Gq39asokDKGxwzY87lMYSoKEPGA7qNk3/view?usp=sharing




















